Jl. Kusuma Bangsa Komplek Rusunawa RT. 31Kelurahan Pamusian ifktarakankota@gmail.com

Mutu dan Keamanan Obat, BPOM Lakukan Inspeksi dan Sampling di UPTD Instalasi Farmasi

0 comments 2026-08-05 10:23:46   Tags: Berita Pilihan
Pastikan Mutu dan Keamanan Obat, BPOM Lakukan Inspeksi dan Sampling di UPTD Instalasi Farmasi Dan Pusat Pemelihara Fasilitas Pelayanan Kesehatan (IFP2FPK) Kota Tarakan
Tarakan, 28 Juli 2026 â€“ Guna menjamin khasiat, mutu, dan keamanan sediaan farmasi yang beredar di masyarakat, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) ,melakukan inspeksi rutin dan kegiatan sampling ke Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Instalasi Farmasi Dinas Kesehatan 
Pemeriksaan ini difokuskan pada pengawasan rantai pasok serta tata kelola pengelolaan obat, bahan obat, narkotika, psikotropika, prekursor farmasi, hingga pengelolaan vaksin. Peninjauan berkala ini dipayungi oleh regulasi nasional, termasuk Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023
tentang Kesehatan serta Peraturan BPOM Nomor 5 Tahun 2026 tentang Pengawasan Pengelolaan Obat dan Bahan Obat di Fasilitas Pelayanan Kefarmasian. 
Dalam pelaksanaannya, tim inspektur dari BPOM memeriksa dokumen administratif dan melakukan pengecekan fisik langsung di gudang penyimpanan sediaan farmasi. Beberapa poin krusial yang diaudit meliputi: 
  • Aspek Pengadaan dan Penerimaan: Memastikan seluruh dokumen logistik obat legal, sesuai manifes, dan memiliki izin edar resmi. 
  • Kondisi Penyimpanan: Menilai kesesuaian suhu ruangan, kelembapan, kebersihan gudang, pengorganisasian stok, serta pemisahan obat kedaluwarsa/rusak. 
  • Manajemen Rantai Dingin (Cold Chain): Pengawasan ekstra terhadap penyimpanan vaksin agar mutunya tetap terjaga sebelum didistribusikan ke Puskesmas. 
  • Sistem Pencatatan (Stock Opname): Menelusuri akurasi mutasi obat fisik dengan kartu stok atau sistem informasi guna mencegah risiko kebocoran distribusi obat keras. 

Di samping pemeriksaan dokumen, tim BPOM juga mengambil beberapa sampel obat (sampling) acak dari gudang distribusi. Sampel-sampel ini nantinya akan diuji secara laboratorium oleh BPOM untuk membuktikan bahwa parameter kimia dan mikrobiologinya tetap memenuhi standar kelayakan konsumsi. Kepala UPTD Instalasi Farmasi Kota Tarakan Nurhidayati,S.Farm.Apt, Kepala SUB. Tata Usaha dan rekan Apoteker Penanggung Jawab, menyambut baik agenda pengawasan ini. Menurutnya, visitasi dari BPOM merupakan wujud kolaborasi penting sekaligus bentuk pembinaan bagi instansi pemerintah daerah dalam mempertahankan standar mutu pelayanan kefarmasian yang tinggi. 

Kami berkomitmen penuh untuk menindaklanjuti setiap rekomendasi atau rencana tindakan perbaikan (Corrective Action and Preventive Action/CAPA) yang diberikan oleh pihak BPOM pasca-inspeksi ini demi menjaga pelayanan publik yang aman dan akuntabel," (IFP2FKP)

Kegiatan yang berlangsung secara kondusif ini diakhiri dengan penandatanganan dan penyerahan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) oleh tim inspektur BPOM kepada pihak UPTD Instalasi Farmasi sebagai dokumen rekam jejak formal.

0 comments

©

Tarakan    Designed by HTML Codex


Distributed By: ThemeWagon