| NO | KODE DATA | NAMA | DEFINISI | SATUAN |
| 226 |
02.03.015 |
Jumlah Produksi Cabai |
Tonase aneka cabai (seusai statistik pertanian hortikultura) yang dihasilkan pada tahun berjalan |
ton |
| 227 |
02.03.016 |
Jumlah Produksi Florikultura |
Jumlah komoditas florikultura yang dihasilkan dalam satuan tangkai |
ribu tangkai |
| 228 |
02.03.017 |
Jumlah Produksi Jagung |
Jumlah Produksi Jagung mengacu pada total volume jagung yang dihasilkan dalam suatu periode tertentu di wilayah tertentu. Produksi jagung ini biasanya diukur dalam bentuk jagung pipilan kering dengan kadar air standar |
juta ton |
| 229 |
02.03.018 |
Jumlah Produksi Kedelai |
Jumlah Produksi Kedelai mengacu pada total volume kedelai yang dihasilkan oleh petani atau kelompok tani dalam suatu periode tertentu, biasanya satu tahun kalender |
juta ton |
| 230 |
02.03.019 |
Jumlah Produksi Padi |
Jumlah Produksi Padi adalah total volume padi yang dihasilkan dalam suatu periode tertentu di suatu wilayah. Produksi padi biasanya dinyatakan dalam bentuk gabah kering giling (GKG)
|
juta ton |
| 231 |
02.03.020 |
Jumlah Produksi Pangan Lokal Non Beras (Ubi Kayu dan Ubi Jalar) |
Tonase ubi kayu dan ubi jalar nasional yang dihasilkan pada tahun berjalan |
ton |
| 232 |
02.03.021 |
Jumlah Produksi Sorghum |
Produksi sorghum adalah total produksi sorghum nasional dalam bentuk Biji Kering (Juta Ton). Produktivitas sorghum adalah hasil produksi sorghum (juta ton) per satuan lahan (Ha). Luas Panen sorghum adalah adalah luasan tanaman yang dipungut hasilnya setelah tanaman sorghum cukup umur
|
ribu ton |
| 233 |
02.03.022 |
Jumlah Produksi Tanaman Obat |
Banyaknya tanaman obat yang dihasilkan dalam satuan berat |
ton |
| 234 |
02.03.023 |
Jumlah Produksi Ubi Jalar |
Produksi ubi jalar adalah total produksi ubi jalar nasional dalam bentuk umbi basah (Juta Ton). Produksi dipengaruhi produktivitas dan luas panen. Produktivitas ubi jalar adalah hasil produksi ubi jalar (juta ton) per satuan lahan (Ha). Luas Panen ubi jalar adalah luasan tanaman ubi jalar yang dipungut hasilnya setelah tanaman ubi jalar tersebut cukup umur (Juta Ha). |
ton |
| 235 |
02.03.024 |
Jumlah Produksi Ubi Kayu |
Tingkat kemampuan tanaman dalam memproduksi ubi kayu selama setahun |
ton |
| 236 |
02.03.025 |
Jumlah satuan pelayanan pemenuhan gizi yang sesuai standar |
satuan pelayanan pemenuhan gizi yang memenuhi standar berdasarkan regulasi dan pedoman yang berlaku |
unit |
| 237 |
02.03.026 |
Jumlah sumber daya genetik tanaman dan hewan untuk pangan dan pertanian yang disimpan di fasilitas konservasi, baik jangka menengah ataupun jangka panjang |
Konservasi sumber daya genetik untuk pangan dan pertanian (SDGPP) berupa benih tanaman dan hewan di dalam fasilitas konservasi jangka menengah dan panjang (ex situ, bank gen) mewakili cara yang paling terpercaya untuk mengkonservasi SDGPP tanaman dan hewan di seluruh dunia. SDGPP tanaman dan hewan jangka menengah ataupun jangka panjang. yang dikonservasi dalam fasilitas tersebut dapat dengan mudah dimanfaatkan untuk program pemuliaan maupun langsung dimanfaatkan petani. Pengelolaan SDGPP tanaman dan hewan ini untuk memelihara dan/atau meningkatkan total ketersediaan keragaman genetik bagi penggunaan di masa datang dan sekaligus melindungi dari kehilangan secara permanen keragaman genetik tersebut yang dapat terjadi di lingkungan alam, baik in situ atau on-farm. Varietas unggul adalah varietas yang dikembangkan oleh peneliti dan sudah dilepas ke masyarakat melalui penetepan Keputusan Menteri Pertanian atau pejabat yang diberi kewenangan untuk itu..Varietas unggul baru yang dilepas harus memiliki kelebihan dari varietas unggul sebelumnya, paling tidak dalam hal hasil per hektar, ketahananan terhadap organisme pengganggu tanaman, dan cekaman iklim. Varietas unggul yang sudah dikembangkan dari tanaman yaitu tanaman pangan, holtikultura dan perkebunan. Hasil varietas unggul disimpan di Bank Genetik, Balai Besar Bioteknologi dan Sumber Daya Genetik Badan Litbang Pertanian Kementerian Pertanian (BB Biogen) dan Balai-Balai Penelitian Komoditas Lingkup Balitbang Kementan Bibit unggul adalah bibit unggul ternak yang mempunyai keunggulan dalam kriteria bobot dan kecepatan dalam hal berkembang biak. Untuk hewan bibit unggul yaitu diperoleh melalui pemuliaan ataupun pemurnian galur. |
unit |
| 238 |
02.03.027 |
Jumlah varietas unggul tanaman dan hewan untuk pangan yang dilepas |
Indikator SDGs 2.5.1* Konservasi sumber daya genetik untuk pangan dan pertanian (SDGPP) berupa benih tanaman dan hewan di dalam fasilitas konservasi jangka menengah dan panjang (ex situ, bank gen) mewakili cara yang paling terpercaya untuk mengkonservasi SDGPP tanaman dan hewan di seluruh dunia. SDGPP tanaman dan hewan yang dikonservasi dalam fasilitas tersebut dapat dengan mudah dimanfaatkan untuk program pemuliaan maupun langsung dimanfaatkan petani. Pengelolaan SDGPP tanaman dan hewan ini untuk memelihara dan/atau meningkatkan total ketersediaan keragaman genetik bagi penggunaan di masa datang dan sekaligus melindungi dari kehilangan secara permanen keragaman genetik tersebut yang dapat terjadi di lingkungan alam, baik in situ atau on-farm. Varietas unggul adalah varietas yang dikembangkan oleh peneliti dan sudah dilepas ke masyarakat melalui penetepan Keputusan Menteri Pertanian atau pejabat yang diberi kewenangan untuk itu. Varietas unggul baru yang dilepas harus memiliki kelebihan dari varietas unggul sebelumnya, paling tidak dalam hal hasil per hektar, ketahananan terhadap organisme pengganggu tanaman, dan cekaman iklim. Varietas unggul yang sudah dikembangkan dari tanaman yaitu tanaman pangan, holtikultura dan perkebunan. Hasil varietas unggul disimpan di Bank Genetik, Balai Besar Bioteknologi dan Sumber Daya Genetik Badan Litbang Pertanian Kementerian Pertanian (BB Biogen) dan Balai-Balai Penelitian Komoditas Lingkup Balitbang Kementan. Bibit unggul adalah bibit unggul ternak yang mempunyai keunggulan dalam kriteria bobot dan kecepatan dalam hal berkembang biak. Untuk hewan bibit unggul yaitu diperoleh melalui pemuliaan ataupun pemurnian galur. |
varietas/ galur |
| 239 |
02.03.028 |
Koefisien variasi (Coefficient of Variation) harga pangan kumulatif komoditas pangan pokok antar waktu dan antar wilayah |
koefisien variasi harga pangan adalah indikator yang digunakan untuk melihat sebaran harga pangan baik antar waktu maupun antar wilayah |
persen |
| 240 |
02.03.029 |
Konsumsi Buah dan Sayur |
Kuantitas konsumsi sayur dan buah dalam satuan berat pangan per orang per hari |
gram per kapita per hari |