Jl. Kalimantan No 1 Kampung I / Skip 085179990551 mailbox@tarakankota.go.id

Tertimpa Pohon Tua, Warga Kampung Satu Gotong Royong Evakuasi Dapur Marlina

0 comments 2026-10-26 09:13:54  

TARAKAN - Suasana malam yang tenang di Jalan P. Mangkudulis, Gang Damai V, RT 15, Kelurahan Kampung Satu/Skip, Kecamatan Tarakan Tengah seketika berubah menjadi mencekam pada Senin dini hari (26/10/2026).

Sekitar pukul 03.00 WITA, di saat sebagian besar warga masih terlelap dalam tidur nyenyak, insiden mengejutkan terjadi di salah satu rumah warga.

Sebuah pohon kemenci berukuran besar yang telah berusia puluhan tahun tiba-tiba rebah tanpa peringatan, menghantam dapur rumah milik seorang warga bernama Marlina.

Ibu rumah tangga ini mengisahkan, ia bersama suami dan dua orang anaknya sedang menikmati waktu istirahat malam di kamar tidur.

Kondisi kamar yang letaknya berdampingan langsung dengan area dapur membuat suara hantaman keras tersebut terdengar sangat dekat dan mengejutkan seluruh anggota keluarga.

"Kira-kira jam 3 subuh. Waktu itu lagi enak-enaknya tidur, tiba-tiba ada suara keras sekali, kami kaget karena anak lari. Sempat dikira suara guntur menyambar rumah," ungkap Marlina saat ditemui di kediamannya.

Mendengar suara hantaman keras yang disusul kepanikan sang anak, Marlina lantas bangkit dari tempat tidur dan membuka pintu yang menghubungkan kamar dengan ruang dapur rumahnya.

Ia terkejut mendapati bagian dapur dan kamar mandi rumahnya sudah dalam kondisi porak-poranda akibat tertimpa batang serta dahan pohon kemenci yang besar.

Berdasarkan pengamatan di lokasi kejadian serta penuturan pemilik rumah, pohon kemenci tersebut memang sudah dalam kondisi tua, rapuh, dan keropos di bagian atasnya.

Bahkan pohon itu diperkirakan telah berdiri di lokasi tersebut jauh sebelum keluarga Marlina mulai menempati rumah itu sejak 12 tahun yang lalu.

"Bagian atasnya itu sudah mati, tinggal dahan dan benalu-benalu yang menjalar di atas. Begitu angin bertiup, langsung ambruk," tutur Marlina mengenang detik-detik kejadian.

Meski bangunan dapur mengalami kerusakan berat dan sejumlah perabotan rumah tangga seperti piring serta tempat penyimpanan piring hancur berkeping-keping, Marlina tetap memanjatkan syukur.

Musibah tersebut tidak sampai menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka bagi keluarganya, karena posisi kamar tidur mereka berada di bagian badan rumah yang tidak tertimpa reruntuhan secara langsung.

Di tengah situasi panik pasca kejadian, kepedulian sosial yang tinggi ditunjukkan oleh para tetangga sekitar yang dengan sigap berdatangan memberikan pertolongan pertama.

Warga bahu-membahu bergotong royong membersihkan puing-puing dan memotong batang pohon yang melintang menggunakan mesin gergaji rantai pinjaman demi keamanan lingkungan, sebelum akhirnya pihak berwenang dan aparat kelurahan tiba untuk melakukan peninjauan lanjutan.

Marlina berharap ada bantuan dari pemerintah daerah untuk memperbaiki dapur rumahnya yang rusak parah. Sembari berharap bantuan, suaminya mulai membenahi dengan material yang ada agar bisa digunakan lagi untuk memasak. (Rajab)

Sumber : RRI Tarakan

0 comments

©

Tarakan    Designed by HTML Codex


Distributed By: ThemeWagon