Tarakan - Distribusi air bersih yang tidak merata dikeluhkan warga RT 19, Kelurahan Selumit Pantai, Kota Tarakan. Dalam hampir dua bulan terakhir, pasokan air dari Perumda Air Minum Tirta Alam Tarakan disebut kerap tidak menjangkau permukiman bagian belakang, meski wilayah tersebut tercantum dalam jadwal distribusi.
Kondisi ini membuat warga harus mencari alternatif untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, termasuk membeli air tangki dengan harga berkisar Rp80 ribu hingga Rp100 ribu.
Ketua RT 19 Selumit Pantai, Muhammad Johansyah, mengatakan persoalan distribusi tersebut berdampak pada hampir 50 rumah. Menurutnya, air kerap hanya menjangkau kawasan depan permukiman, sementara warga di bagian belakang kesulitan memperoleh pasokan.
âCuma jadwalnya saja yang sampai, tapi airnya enggak sampai. Jadi, terpaksa warga beli air pakai air tangki. Harganya bervariasi, ada yang Rp80 ribu, ada yang Rp100 ribu,â ujar Johansyah.
Ia menambahkan, sebagian warga bahkan harus berjaga hingga dini hari untuk menunggu air mengalir. Upaya menggunakan pompa air pun belum menjamin pasokan bisa diperoleh.
Johansyah berharap distribusi air maupun bantuan dari pihak terkait dapat menjangkau warga secara lebih merata, terutama masyarakat yang kesulitan membeli air secara mandiri.
Menanggapi keluhan tersebut, Manajer Produksi Perumda Air Minum Tirta Alam Tarakan, Sunarto S.M., menyatakan pihaknya siap membantu penyaluran air gratis bagi warga yang membutuhkan.
Menurut Sunarto, permohonan bantuan dapat disampaikan melalui surat resmi dari ketua RT atau dengan menghubungi dirinya agar proses pengajuan dapat diarahkan.
âUntuk bantuan air gratis, kami biasanya menunggu surat masuk atau ketua RT menghubungi saya. Nanti saya arahkan untuk membuat surat bantuan ke PDAM,â kata Sunarto.
Ia menegaskan, bantuan dapat dilayani selama kendaraan tangki mampu menjangkau lokasi permukiman.
âKami siap melayani selama mobil tangki bisa masuk,â ujarnya. 21/10/2026
Perumda mengimbau ketua RT yang wilayahnya mengalami kesulitan air agar segera mengajukan permohonan bantuan. Langkah tersebut diharapkan menjadi solusi sementara bagi warga Selumit Pantai yang masih kesulitan mendapatkan pasokan air bersih. (Agung)
Sumber : RRI Tarakan