Tarakan - Keterbatasan sumber daya manusia masih menjadi tantangan dalam pengelolaan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) dan Rumah Khusus (Rusus) di Kota Tarakan.
Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Rusunawa dan Rusus Tarakan, Sahidah mengaku belum memiliki tenaga teknis khusus dalam menangani persoalan instalasi maupun kerusakan bangunan. Sebagian besar personel yang ada saat ini lebih banyak menangani urusan administrasi dan pengelolaan keuangan.
âKalau untuk administrasi kami mampu melaksanakan. Sistem keuangan kan berubah-ubah setiap tahun dan kami bisa mengikuti. Bendahara kami juga mampu menjalankan tugas-tugas administrasi yang ada,â ujarnya.
Namun, kondisi berbeda terjadi ketika pengelola harus menghadapi persoalan teknis di lapangan, seperti kerusakan instalasi listrik maupun jaringan pipa air yang berada di dalam bangunan.
âKalau misalnya ada persoalan instalasi listrik atau pipa air yang bermasalah, kadang-kadang kami kesulitan. Apalagi di sini tidak ada tenaga teknis yang khusus menangani hal-hal seperti itu,â katanya.
Menurut Sahidah, kendala tersebut menjadi tantangan tersendiri karena sebagian instalasi bangunan berada di dalam struktur tembok sehingga memerlukan penanganan yang lebih spesifik.
Ia mengaku latar belakang pegawai yang ada saat ini juga tidak berasal dari bidang teknis bangunan. âKalau saya sendiri latar belakangnya ekonomi. Jadi kalau mengelola keuangan atau pendapatan sewa kami bisa. Tetapi kalau sudah menyangkut persoalan teknis bangunan, tentu perlu keahlian yang berbeda,â ungkapnya.
Meski demikian, berbagai kendala yang dihadapi pengelola rutin disampaikan kepada pimpinan sebagai bahan evaluasi dan pertimbangan dalam penyusunan program kerja.
âSetiap Senin setelah apel biasanya ada pertemuan internal. Semua keluhan dan kebutuhan yang kami hadapi di Rusunawa maupun Rusus kami sampaikan kepada kepala dinas,â ujarnya.
Sahidah berharap ke depan pengelolaan rumah susun dapat didukung sumber daya manusia yang memiliki kompetensi teknis sehingga berbagai persoalan yang muncul dapat ditangani lebih cepat dan efektif.
âKalau ada tenaga teknis tentu penanganan berbagai masalah di lapangan bisa lebih cepat. Jadi pengelolaan hunian juga akan lebih optimal,â tuturnya. (CRZ)
Sumber : RRI Tarakan