Tarakan - Kota Tarakan berpeluang besar menjadi salah satu daerah di Indonesia yang akan memiliki Sekolah Nasional Terintegrasi.
Program ini merupakan bagian dari 21 kebijakan strategis Presiden RI melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk menghadirkan sekolah unggulan dengan target "Satu Kecamatan, Satu Sekolah."
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Tarakan, Tamrin Toha, mengungkapkan bahwa pihaknya telah bergerak cepat menangkap peluang emas ini dengan mengajukan usulan ke pemerintah pusat. Kecamatan Tarakan Timur menjadi wilayah yang dibidik untuk proyek besar tersebut.
"Hasil koordinasi kami kemarin, kemungkinan besar kita (Tarakan) bisa dapat. Target pusat tahun ini ada 100 kuota secara nasional, mudah-mudahan Tarakan masuk di dalamnya," ujar Tamrin Toha saat dikonfirmasi, Senin (15/6/2026).
Berbeda dengan sekolah reguler, Sekolah Nasional Terintegrasi ini mengusung konsep terpadu. Mulai dari jenjang SD, SMP, hingga SMA akan berada di dalam satu kawasan yang sama.
Sesuai dengan regulasi pusat, pembangunan sekolah unggulan ini membutuhkan kawasan yang sangat luas. Dengan luas lahan minimal 20 hektar dan status lahah harus clean and clear atau bebas sengketa serta dihibahkan sepenuhnya ke pemerintah pusat melalui Kemendikdasmen.
Selain itu, pemerintah daerah juga wajib menjamin akses jalan ke lokasi, serta ketersediaan jaringan air bersih dan listrik.
Tamrin memastikan bahwa Pemkot Tarakan siap memenuhi syarat mutlak tersebut. "Untuk mendukung program ini, lahan di Tarakan Timur sudah dibebaskan oleh pemerintah kota. Jadi tinggal proses hibah ke pusat. Nanti yang membangun dan mengelola semuanya dari pusat," tutur Tamrin. (Rajab)
Sumber : RRI Tarakan