Tarakan - Warga sekitar Pasar Gusher mengeluh adanya penumpukan sampah yang menggunung disertai bau menyengat dalam beberapa hari terakhir. Kondisi ini juga memicu keresahan pedagang maupun pengunjung pasar yang beraktivitas di kawasan tersebut.
Menanggapi hal itu, Kepala Bidang Pengelolaan Sampah, Pengendalian Bahan dan Limbah Berbahaya Beracun (B3) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tarakan, Yohanis Kalodang Patongloan, mengaku pihaknya telah turun langsung menangani persoalan tersebut.
âYang pertama saya sampaikan, kemarin saya sudah turun langsung ke Pasar Gusher, kemarin sudah ditarik dua kontainer,â ujarnya.
Ia menjelaskan, salah satu kendala pengangkutan sampah selama ini adalah sulitnya akses kendaraan pengangkut masuk ke area pasar lantaran ketiadaan pengelola pasar di lokasi. Pihaknya mengaku telah menyampaikan hal tersebut kepada pengelola pasar.
âKemudian kedua, saya sudah sampaikan ke pengelola pasarnya, karena kadang terkendala mobil kami mau masuk, tapi banyak motor pengunjung dan tidak ada pengelola pasarnya,â tegasnya.
Kemudian sejak 1 Maret 2025, seluruh tenaga kerja kebersihan di DLH Kota Tarakan telah dialihdayakan ke PT Meris. Jadi urusan pengangkutan sampah kini menjadi kewenangan perusahaan tersebut.
Namun, ia memastikan DLH tetap melakukan pengawasan. âPerlu kami tegaskan, per 1 Maret 2025, semua pekerja di DLH sudah dialihdayakan ke perusahaan Meris, sehingga ini masuk wewenang PT Meris, namun kami tidak juga lepas tanggung jawab, jadi DLH tetap mengawasi sampah tersebut,â jelasnya.
Sebagai solusi jangka pendek, Yohanis mengungkapkan rencana penambahan satu unit kontainer khusus yang akan diperuntukkan bagi pedagang pasar.
âNanti saya juga berencana menambahkan satu kontainer lagi untuk mengatasi over kapasitas sampah dan akan kita khususkan untuk pedagang saja,â tuturnya. (Dinda)
Sumber : RRI Tarakan