Jl. Kalimantan No 1 Kampung I / Skip 085179990551 mailbox@tarakankota.go.id

Penyuluhan Kesehatan oleh Fakultas Keperawatan UBT dan Puskesmas Juata

0 comments 2026-10-14 08:56:28  

Tarakan - Dalam upaya meningkatkan kesadaran warga terhadap bahaya penyakit pascabanjir dan lingkungan, Babinsa Kelurahan Juata Permai, Kopka J. Simanjuntak, menghadiri kegiatan penyuluhan kesehatan pada Minggu (11/10/2026) pukul 09.30 WITA.

Kegiatan yang berlangsung di Musholla AL-ANSHOR, RT 12 Kelurahan Juata Permai, Kecamatan Tarakan Utara ini mengusung tema "STOP LEPTOSPIROSIS: Cegah dan Kenali Bahayanya". Penyuluhan ini diselenggarakan atas kerja sama Fakultas Keperawatan Universitas Borneo Tarakan (UBT) bersama Puskesmas Juata.

Kenali Penyebab dan Jalur Penularannya

Dalam pemaparannya, nara sumber menjelaskan bahwa Leptospirosis adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Leptospira interrogans, bukan oleh virus. Bakteri ini umumnya hidup di ginjal hewan—terutama tikus—dan dikeluarkan melalui air kencingnya.

  • Penularan kepada manusia dapat terjadi melalui beberapa cara:
  • Lingkungan Terkontaminasi: Kontak dengan air atau tanah yang tercemar urine hewan terinfeksi, seperti di area banjir, sawah, selokan, atau parit.
  • Kontak Langsung: Menyentuh langsung urine atau jaringan tubuh hewan yang sakit.
  • Jalur Masuk Bakteri: Bakteri masuk ke tubuh manusia melalui luka terbuka di kulit, serta selaput lendir mata, hidung, atau mulut.

Catatan Penting: Penyakit ini tidak menular secara langsung dari manusia ke manusia.

Waspadai Gejala dan Komplikasi Berat

Masyarakat diimbau untuk selalu waspada, terutama setelah beraktivitas di sawah, area berlumpur, atau usai melaksanakan kegiatan kerja bakti pembersihan saluran air dan parit rumah tangga.

Jika muncul gejala awal seperti demam tinggi, nyeri hebat pada otot betis, dan mata memerah, warga diminta untuk segera memeriksakan diri ke Puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat.

Jika tidak ditangani secara cepat dan tepat, infeksi bakteri ini dapat memicu komplikasi fatal pada organ vital manusia, antara lain:

  1. Ginjal: Risiko gagal ginjal akut (ditandai dengan produksi kencing yang sedikit dan tubuh membengkak).
  2. Hati: Menyebabkan penyakit kuning (kulit dan mata menguning), mual, serta nyeri pada perut kanan atas.
  3. Paru-paru: Batuk berdarah hingga sesak napas berat.
  4. Otak: Peradangan selaput otak (Meningitis) yang ditandai sakit kepala hebat dan leher kaku.
  5. Darah & Sindrom Weil: Memicu perdarahan hebat, hingga komplikasi paling berat yang dikenal sebagai Sindrom Weil (kombinasi gagal ginjal, penyakit kuning, dan perdarahan) yang berpotensi mengancam jiwa.

Imbauan Alat Pelindung Diri Saat Kerja Bakti

Untuk meminimalisir risiko penularan di lingkungan warga, Kopka J. Simanjuntak bersama tim kesehatan mengimbau warga masyarakat agar senantiasa menjaga kebersihan lingkungan serta menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) sederhana saat beraktivitas di area rawan.

"Kami mengimbau warga yang melaksanakan kegiatan gotong royong pembersihan selokan, saluran air, maupun aktivitas di area berlumpur agar selalu menggunakan sepatu bot (boots) dan sarung tangan. Langkah sederhana ini sangat efektif mencegah masuknya bakteri melalui luka di kulit," tegasnya.

Sumber : RRI Tarakan

0 comments

©

Tarakan    Designed by HTML Codex


Distributed By: ThemeWagon