Jl. Kalimantan No 1 Kampung I / Skip 085179990551 mailbox@tarakankota.go.id

Kadisdik Baru Fokus Sempurnakan Perencanaan dan Hadapi Efisiensi

0 comments 2026-10-20 09:02:01  

TARAKAN - Resmi menjabat Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Tarakan setelah dilantik melalui sistem manajemen talenta, Endah Sarastiningsih mengaku langsung diserbu berbagai persoalan pendidikan, mulai dari kabut asap hingga kasus perundungan.

Ia mengatakan dirinya berada di lingkungan yang baru dengan regulasi dan tantangan baru.

"Karena ini saya berada pada lingkungan yang baru walaupun saya stok lama, maka saya harus pelajari lagi yang terutama pasti basic-nya adalah di plan-nya, di perencanaan Dinas Pendidikan disesuaikan dengan perkembangan sekarang," ujar Endah, Senin (19/10/2026).

Langkah awal yang menjadi fokusnya adalah mengevaluasi perencanaan. Apakah yang ditinggalkan sebelumnya sudah sesuai Standar Pelayanan Minimal (SPM) terbaru dari kementerian, apakah ada regulasi baru hingga target yang harus dicapai.

Ia mengaku sudah menemukan beberapa titik yang harus disempurnakan dalam perencanaan. Apalagi saat ini ada perubahan sistem penganggaran ke arah Anggaran Tematik Berbasis Pelayanan (ATBP) yang kemudian berubah ke remunerasi. Hal itu menuntut setiap OPD membuat balance scorecard.

"Setelah plan-nya, perencanaan itu sudah memang lengkap dan sudah kita lihat, sudah kita sesuaikan dengan perkembangan sekarang baru organizing-nya, organizing dari baik yang di internal dinas maupun yang di satuan pendidikan, setelah itu baru pelaksanaan dan kontrol, itu yang insya Allah akan kita lakukan," jelas Endah.

Ia yang juga masih berstatus Plt di Dinas Komunikasi, Informasika, Statistik dan Persandian (DKISP) Tarakan mengakui beban double job ini tidak ringan, namun harus dijalankan.

Kondisi efisiensi anggaran dan pemotongan TKD pasti berpengaruh terhadap kinerja OPD. Namun ia memastikan semua pekerjaan harus tetap terselesaikan dengan cara efisiensi.

"Sebesar apa pengaruhnya? Ya pasti ada. Efisiensi tetap semua pekerjaan harus terselesaikan, hanya penyelesaiannya itu menggunakan efisiensi dana yang tadinya memang contohnya harus ada kegiatan yang biasanya bisa dianggarkan konsumsi, ini harus dikurangi," katanya.

Menariknya, bahwa anggaran Disdik Tarakan secara persentase masih tertinggi di antara OPD lain, bahkan jika dibandingkan dengan satu bidang PAUD dan PNF. Namun setelah dikeluarkan gaji dan tunjangan-tunjangan pegawai, nominalnya tidak sebesar yang dibayangkan, apalagi setelah terkena efisiensi, nominalnya semakin turun walaupun persentasenya tetap tertinggi.

Untuk program prioritas belajar mengajar, Endah memastikan tidak terlalu terdampak efisiensi karena satuan pendidikan menggunakan dana BOS yang tidak terikat dengan APBD kota. Yang terdampak efisiensi lebih kepada monitoring dan Bimtek yang dilakukan oleh dinas.

Jika APBD tidak bisa membiayai Bimtek, maka sekolah diperbolehkan menggunakan dana BOS.

"Kalau satuan pendidikan kan dia pakai dana BOS, jadi tidak terlalu pengaruh. Yang terkena itu bagaimana monitoring ke satuan pendidikan, bagaimana kegiatan Bimtek," ujar Endah.

Terkait wacana baru di dunia pendidikan seperti siswa bisa tidak naik kelas dan status guru akan dialihkan ke pemerintah pusat, ia mengaku masih menunggu regulasi resminya apakah sudah rilis atau masih sebatas wacana. (Rajab)

Sumber : RRI Tarakan

0 comments

©

Tarakan    Designed by HTML Codex


Distributed By: ThemeWagon