Tarakan - Dikarenakan dalam kondisi tua dan rentan rusak, Perumda Tirta Alam Kota Tarakan mengganti pompa berkapasitas besar di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Kampung Satu.
"IPA kampung satu itu pompanya sudah rusak tapi kita paksakan, bunyinya ya tidak normal dan itu berbahaya untuk kelangsungan distribusi," kata Direktur perumda Tirta Alam Kota Tarakan Iwan Setiawan, belum lama ini.
"Makanya kami mengganti pompa itu, dulu 250 liter/detik dan hanya satu, kita ganti 300 liter/detik dikali 2. Yang satu untuk cadangan, apabila satunya rusak maka yang lain bisa digunakan sambil menunggu satunya diperbaiki. Jadi kalau ada kerusakan air tetap bisa mengalir tanpa menunggu selesainya perbaikan," sambungnya.
Pemasangan pompa dengan daya lebih besar juga bertujuan mendukung beroperasinya kembali IPA Kampung Satu yang telah selesai diperbaiki. Pihaknya juga menambah mesin pompa cadangan di IPA lainnya untuk mengantisipasi terjadinya kerusakan.
"Jadi tidak ada lagi alasan distribusi air tidak lancar atau terhenti karena kerusakan pompa. Kecuali padam listrik, pipa bocor atau musim kemarau," tegas Iwan.
Iwan menargetkan pemasangan mesin pompa ini bisa tuntas sebelum masuk Ramadan. Jadi bisa mendukung kelancaran distribusi air selama bulan puasa.
Selain mesin pompa, Perumda telah menambah genset di masing-masing IPA. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi jika terjadi pemadaman lampu.
"Genset sudah kita pasang di IPA Kampung Satu sebesar 1,2 megawatt, kemudian di IPA Kampung Bugis 600 kVA, IPA Juata juga sudah kita pasang. Yang belum hanya di IPA Persemaian. Mudah-mudahan tahun depan kita anggarkan," ungkap Iwan. (Rajab/sti)
Sumber : RRI Tarakan