Jl. Kalimantan No 1 Kampung I / Skip 085179990551 mailbox@tarakankota.go.id

Kalangan Pelajar jadi Sasaran Potensial Disusupi LGBT

0 comments 2026-01-13 17:45:23  

Tarakan - Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Tarakan Thamrin Toha menilai kalangan pelajar memang menjadi sasaran potensial disusupi LGBT oleh oknum. 

Hal itu disampaikannya menanggapi munculnya isu LGBT di kalangan sekolah yang sudah meresahkan masyarakat. 

"Memang kita tidak bisa pungkiri bahwa ada saja yang selalu berusaha mau merusak generasi kita. Karena kalau kita perhatikan yang berpotensi untuk di ajak, digiring pada perbuatan yang tidak bermoral itu ya anak-anak kita yang sedang belajar, entah itu di SD, SMP, SMA," ujar Tamrin Toha, Senin (12/1/2026). 

Menurutnya, dalam mengantisipasi maraknya perbuatan menyimpang ini tidak hanya menjadi tanggung jawab Dinas Pendidikan saja, tapi juga stakeholder terkait lainnya. Seperti Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana. 

"Kalau ini tidak kolaborasi bisa membahayakan anak-anak kita menurut laporan yang saya dengar itu kan semakin marak masuk ke dunia pendidikan," tutur Tamrin Toha. 

Dinas Pendidikan sendiri telah mengantisipasi dengan membentuk Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK) di satuan pendidikan. Tim ini sampai sekarang masih berjalan.

Dalam tim ini, peran guru yang lainnya juga turut diberdayakan untuk menjadi guru konseling, tidak hanya guru BK saja. 

"Bukan cuma guru BK saja yang melakukan konseling pada anak-anak kita. Termasuk guru-guru yang bisa berfungsi sebagai guru BK, juga," ungkap Tamrin Toha.

Selain membentuk tim, Dinas Pendidikan Tarakan juga menyiapkan aplikasi yang bisa dimanfaatkan satuan pendidikan untuk melaporkan berbagai peristiwa di lingkungan satuan sekolah.

Aplikasi itu tidak hanya bisa digunakan guru tapi juga siswa. Sehingga ia mengharapkan siswa dapat memanfaatkan aplikasi tersebut untuk melapor apabila menemukan perbuatan yang tidak bermoral. Sehingga cepat dilakukan pencegahan. Tamrin Toha menjamin identitas pelapor dirahasiakan." 

Kita akan merahasiakan identitasnya hanya guru BK yang tahu. Kalau ada laporan-laporan seperti itu kita bisa mendeteksi lebih awal tentunya dari laporan anak-anak kita," ungkap Tamrin. Dinas Pendidikan juga memprogramkan kegiatan kerohanian di setiap sekolah. Bahkan tahun ini akan dilaksanakan Ferakan Memulai Pelajaran dengan Membaca Kitab (Gempita).

"Apapun agamanya, setiap awal pembelajaran di pagi hari, misalnya bagi murid yang Islam membaca Al-Qur'an, yang Kristen membaca kitabnya. Ini untuk meningkatkan literasi agama supaya anak-anak bisa lebih memahami tentang agamanya sendiri di samping memang ada pembelajaran Pendidikan Agama," tutur Tamrin Toha. (Rajab)

Sumber : RRI Tarakan

0 comments

©

Tarakan    Designed by HTML Codex


Distributed By: ThemeWagon