Jl. Kalimantan No 1 Kampung I / Skip 085179990551 mailbox@tarakankota.go.id

Dinkes Tarakan Temukan 103 Kasus HIV/AIDS, 9 Orang Meninggal Dunia

0 comments 2026-01-23 07:02:07  

Tarakan: Virus HIV/AIDS terus menebar ancaman serius bagi warga Tarakan. Pasalnya kasusnya terus bermunculan setiap tahun. Di Tahun 2025 saja, ditemukan 103 kasus.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Tarakan, Rini Faulina mengungkapkan sejumlah fakta dari temuan tersebut.

Di mana sebanyak 9 orang di antaranya meninggal dunia. Sementara yang hidup 94 orang, 72 penderita sudah mendapatkan pengobatan, yang berasal dari luar Tarakan ada 35 penderita dan yang belum mendapatkan ARV ada 22 orang serta hilang kontak ada 20 orang.

"Nah ini dari kasus tahun 2025 itu jumlah kasusnya 103 ada 9 yang meninggal kemudian ada yang masih hidup itu ada 94 yang mendapatkan pengobatan itu ada 72 kemudian yang berasal dari luar Tarakan ada 35 kemudian yang tidak atau belum mendapatkan ARV itu ada 22 kemudian tampilan kontak itu ada 20," ujar Rini, Kamis (22/1/2026).

Lebih lanjut dijelaskan, jika dikelompokkan berdasarkan umur, terdapat 6 anak usia 15-19 tahun dan 1 anak usia 5-14 tahun terinveksi HIV/AIDS. Selain itu, ditemukan juga 1 anak usia kurang dari 4 tahun yang terinveksi HIV/AIDS.

Sementara itu, usia produktif masih mendominasi jumlah penderita HIV/AIDS. Secara detail usia 20-24 tahun sebanyak 25 orang, usia 25-29 mencapai 25 orang dan usia 30 sampai 39 tahun mencapai 22 orang.

Sedangkan usia 40-49 tahun didapat 9 orang, usia 50-59 tahun mencapai 7 orang dan di atas 60 tahun ada 6 orang.

Jika dikelompokkan berdasarkan kelompok resiko, terbanyak didominasi lain-lain mencapai 33 orang, kemudian lelaki seks dengan lelaki sebanyak 31 orang, diikuti temuan berdasarkan penyakit tuberkulosis atau TB sebanyak 17 orang, pelanggan pekerja seks sebanyak 10 orang, wanita pekerja seks sebanyak 7 orang, waria 2 orang, infeksi menular seksual 2 orang dan pasangan resti 1 orang.

Sementara jika dilihat berdasarkan pekerjaan, ditemukan berbagai latar belakang. Terbanyak merupakan karyawan wasta. Ada juga ASN, TNI/Polri, guru, nelayan, wiraswasta hingga yang tidak bekerja.

Sementara jika dilihat berdasarkan jenis kelamin, terbanyak cerita laki-laki dengan 76 orang. Sementara perempuan 27 orang.

Rini menambahkan Apabila dibandingkan temuan kasus 2024, terjadi penurunan. Mana pada tahun 2024 ditemukan 118 kasus. Akan tetapi untuk korban meninggal dunia juga ada yang mencapai 9 orang. Sedangkan yang hidup ada 100 orang.

Menurut Rini, meski terjadi penurunan kasus di tahun 2025, namun ia menilai penyakit HIV AIDS seperti fenomena gunung es. Di mana diperkirakan masih banyak penderita HIV AIDS yang belum terdeteksi.

Setiap tahun pihaknya memeriksa ribuan orang agar bisa mendeteksi lebih banyak penderita. Di tahun 2025 saja, pihaknya memeriksa 13.617 orang. Di mana 103 orang di antaranya terdeteksi positif HIV/AIDS.

Ia menambahkan, sejak ditemukan tahun 1997, kasus HIV/AIDS di kota Tarakan, Kalimantan Utara, terus berkembang. Dalam 10 tahun terakhir atau sejak 2015-2025, ditemukan 1.010 kasus positif. Namun yang baru mendapat pengobatan sampai saat ini hanya 401 penderita. (Rajab)

Sumber : RRI Tarakan

0 comments

©

Tarakan    Designed by HTML Codex


Distributed By: ThemeWagon